Kisah sex melayu anis streetmate dating

Setelah aku toleh ternyata suara itu bersal dari Bu Anis Langsung saja ku jawab singkat Iya Bu Anis Kalau begitu sama-sama dong Ibu juga belum mandi Dia berkata.Bagai disambar petir di siang bolong mendengar tawaran itu tanpa ragu-ragu aku mengiyakan Iya Bu Anis Karena kamar mandi-kamar mandi yang ada di sekitar rumah penduduk tampak sudah penuh maka aku menawarkan pada Bu Anis sebuah sumur yang ada di tengah kebun penduduk.Aku kebetulan mendapat untuk menjaga semua tenda Kebetulan sekali sebab aku merasa lelah karena sehari sebelumnya ada kegiatan di kampus Yang lebih kebetulan adalah ternyata Bu Anis dan 2 guru wanita yang lain nggak ikut acara jurit malam Setelah mngecek semua tenda aku berjalan mendekat kearah yang sedang duduk sendiri di depan tenda pembina Tampaknya kedua rekannya sudah terkantuk dan tidur didalam tenda Belum ngantuk Bu aku memulai pembicaraan sambil duduk berhadapan dengannya.

Para guru dan para pembina mendekat untuk menyalami termasuk diriku bergegas berjalan mendekatinya untuk menyalaminya Aku menyalaminya sambil basa basi bertanya.

Koq cuma sendirian Bu Anis Eh iya Dod bapaknya anak-anak sedang ada acara di Semarang Jawab .

Sambil mengguyur badanku dari timba langsung aku sedikit mencari celah-celah agar aku dapat melihat keindahan tubuhnya Benar dugaanku aku belum selesai madi dari dalam bilik sudah terdengar suaranya Dod sudah selesai belum Dia bertanya.

Sudah Bu Anis Aku menjawab walau aku belum selesai mandi Memang aku sengaja.

Aku bertanya dalam hati mimpi apa aku semalam sehingga aku memperoleh keuntungan dobel pertama memegang buah dada indah yang kedua bisa melihat bokong dan paha walaupun samar Tak terasa celanaku semakin sempit karena senjata kesayanganku menggeliat Tanganku merabanya dan membuat remasan-remasan kecil Tak puas dengan itu aku mengeluarkan batang penisku sehingga dapat berdiri bebas mengacung Aku yakin Bu Anis bakalan tidak akan melihat polahku.

Sepertinya Bu Anis sudah selesai buang air kecil ketika akan naik ke atas aku ulurkan tanganku dan menariknya Aku minta Bu Anis berjalan didepan dengan alasan aku mengawal kalau ada apa-apa Namun bukan karena itu aku bisa membuat bebas kelaminku terjulur keluar dan mengacung Sensasi ini aku nikmati sampai ke tenda pembina.

Sampailah aku pada tempat yang kami tuju Setelah aku meletakkan perlatan mandiku aku memulai menimba air untuk keperluan kami berdua Setelah bak terisi penuh maka aku persilahkan beliau untuk mandi dahulu Tempat mandinya terbuat dari anyaman bambu ada beberapa lobang yang tampak.

Silahkan Bu Anis anda mandi lebih dahulu Aku mempersilahkan Kamu tunggu dulu ya awas lho jangan ngintip Katanya sambil tersenyum Nggak Bu Anis tapi kalau kepepet kan nggak apa-apa" Kataku juga bercanda Nakal kamu Dia berkata sambil berkata masuk ke kamar mandi.

Kami lanjutkan ngobrol sampai akhirnya acara jurit malam selesai.

Malam sudah larut bahkan menjelang di hari kami pembina dan guru putra tidur terpisah dengan pembina dan guru wanita Tetapi bayang-bayang kemolekan wanita paruh baya itu masih mengganggu pikiranku Mata ini rasanya sulit terpejam Kemaluanku rasanya juga nggak mau ditidurkan tapi akhirnya aku sadar bahwa wanita yang menggelorakan hasrat jiwaku adalah mantan guruku yang tak mungkin aku akan melampiaskan kepada beliau Akhirnya anganku kubawa tidur Sampai pada pagi harinya aku terbangun oleh suara riuh anak-anak yang sedang melakukan senam pagi Aku cepat-cepat abngun dan cuci muka kemudian membantu pembina lainnya.

Lancar Bu Anis belum akan pensiun Aku memancing pertanyaan untuk mengetahui umur sebenarnya Tinggal tiga tahun lagi Dod Bu Anis menjawab.