Xhamster mbok rondo

Apalagi saat tidur aku membuka pakaianku dan hanya memakai celena pendek.”Oh, maaf Mbak, aku terbiasa tidur nggak pakai baju,” ujarku.”Oh nggak pa-pa Hen, telanjang juga nggak pa-pa.””Benar Mbak, aku telanjang nggak pa-pa,” ujarku menggoda.”Nggak pa-pa, ini selimutnya, kalau kurang hangat ada di kamarku,” kata Mbak Ninik sambil masuk kamar.Cerita Sex Dewasa – Aku tertegun juga saat menerima bantal dan selimutnya, sebab Mbak Ninik hanya memakai pakaian tidur yang tipis sehingga secara samar aku bisa melihat seluruh tubuh Mbak Ninik.

Apalagi ia tidak mengenakan apa-apa lagi di dalam pakaian tidur tipis itu.

Aku juga teringat ucapannya kalau selimut yang lebih hangat ada di kamarnya. Ternyata pintunya tidak ditutup dan sedikit terbuka.

Mbak Ninik juga baru pulang,” ucapku membalas sapaannya.”Iya, tadi setelah pulang kerja, aku mampir ke rumah teman yang ulang tahun,” jawabnya.”Kok kamu tidur di luar Hen.””Anu..

kuncinya terbawa teman, jadi ya nggak bisa masuk,” jawabku.

Kira-kira ukurannya 36B, buah dada itu nampak serasi dengan bentuk tubuhnya yang langsing.

Keindahan tubuh Mbak Ninik tampak semakin aduhai saat aku melihat pantatnya.

Lampunya juga masih menyala, sehingga aku bisa melihat Mbak Ninik tidur dan pakaiannya sedikit terbuka.

Aku memberanikan diri masuk kamarnya.“Kurang hangat selimutnya Hen,” kata Mbak Ninik.”Iya Mbak, mana selimut yang hangat,” jawabku memberanikan diri.”Ini di sini,” kata Mbak Ninik sambil menunjuk tempat tidurnya. Namun aku mengerti Mbak Ninik ingin aku tidur bersamanya.

Sebetulnya aku berharap agar Mbak Ninik memberiku tumpangan tidur di rumahnya.

Selanjutnya Mbak Ninik membuka pintu rumah, tapi kelihatannya ia mengalami kesulitaan.

Ia cukup cantik, jika dilihat mirip bintang sinetron Sarah Vi, kulitnya putih, rambutnya hitam panjang sebahu.